Yakusanews.com
METRO — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) type D Sumber Sari Bantul, yang berdiri sejak tahun 2018 sampai dengan saat ini bagaikan hidup segan mati tak mau.
Hal tersebut terungkap saat Komisi II DPRD Kota Metro, melakukan kunjungan untuk melakukan evaluasi dan monitoring RSUD
Sumber Sari Bantul, Jumat (29/10/2021).
Plt direktur RSUD Sumber Sari Bantul, Dr. Maya menyampaikan bahwa ada beberapa kendala yang selama ini dialami oleh pihaknya, sehingga kondisinya RSUD saat ini cukup memperihatinkan.
“Seperti belum adanya kerjasama pihaknya dengan BPJS, sehingga pihaknya belum bisa untuk melayani masyarakat yang memiliki BPJS, jadi masyarakat yang ingin berobat harus membayar,” katanya.
Selain itu kendala lainnya yakni dimana masih minimnya dokter spesialis yang mau praktek ke RSUD tersebut, sehingga masyarakat enggan untuk berobat jalan maupun rawat inap.
“RSUD Sumber Sari Bantul, hanya ada dokter spesialis anak saja, sedangkan dokter spesialis lainnya belum ada,” ujarnya.
Dia juga menerangkan bahwa syarat dalam melakukan kerjasama dengan BPJS, pihaknya harus memiliki beberapa dokter spesialis, dan memiliki sarana dan prasarana penunjang lainnya, yang harus segera di lengkapi.
“Untuk itu saya meminta kepada DPRD khususnya Komisi II, bisa mencarikan solusi bersama – sama, agar pihaknya bisa merealisasikannya,” harapnya.
Menanggapi hal tersebut Ketua Komisi II Fahmi anwar, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Metro untuk serius dalam menyelesaikan kendala yang dialami di RSUD Sumber Sari Bantul ini.
“Baik dari SDM maupun sarana dan prasarana yang dibutuhkan, agar RSUD Sumber Sari Bantul ini, bisa bekerja secara maksimal dalam melayani masyarakat,” ucapnya.
Namun, kata Politisi Partai Demokrat ini, jika Pemkot tidak serius dalam menangani kendala yang ada di RSUD Sumber Sari Bantul, lebih baik dikembalikan saja fungsinya sebagai puskesmas seperti dahulu.
“Sehingga pelayanan kepada masyarakat yang ingin berobat menggunakan BPJS, bisa kembali dilayani, tidak seperti saat ini,” tegasnya.
Sementara itu sekertaris Komisi II Maryati mengatakan di akhir tahun 2021 ini, RSUD Sumber Sari harus sudah bisa bekerjasama dengan pihak BPJS.
“Saya meminta semua pihak untuk bisa berperan aktif, sehingga bisa memenuhi persyaratan dalam bekerjasama dengan BPJS,” terangnya.
Dirinya juga memberikan suport kepada seluruh pihak, agar bisa mengatasi semua kendala yang ada, sehingga RSUD Sumber Sari Bantul ini, bisa berjalan optimal.
“Jangan segan – segan jika memang perlu berdiskusi, silahkan datang ke komisi II, kita duduk bersama mencari solusi yang terbaik,” imbuhnya.
Senada disampaikan sekertaris Komisi II, Iin dwi astuti srikandi Partai Golkar ini menegaskan agar RSUD Sumber Sari Bantul, untuk segera menyelesaikan kendala yang terjadi saat ini.
“Kasihan masyarakat yang ingin berobat menggunakan BPJS di RSUD Sumber Sari Bantul, mereka tidak bisa dilayani, sehingga harus mencari RS yang lain,” tuturnya.
Untuk diketahui Dalam kunjungan Komisi II DPRD Kota Metro dihadiri Ketua Komisi II, Fahmi anwar, Wakil Ketua Komisi II, Ancillia Hernani, Sekertaris Komisi II, Maryati, anggota Komisi II Ratni Makarau dan Iin Dwi Astuti.
Liputan : Taufan
