Yakusanews.com
Lampung barat — Bupati Lampung barat Parosil Mabsus menerima kunjungan dari keluarga besar DPP Lampung sai, yang berlangsung dirumah dinas bupati, Senin (6/6/2022).
Kehadiran para rombongan dari Lampung Sai di Kabupaten Lampung Barat tersebut, disambut dengan kesenian musik orkes gambus, tari bukelay waya dan budaya nyambai asli khas Lampung Barat.
Bupati lambar dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kehadiran rombongan dari Lampung Sai yang telah hadir di Kabupaten Lampung Barat.
“Acara ini sekaligus dalam rangka silaturrahmi dan berbagi informasi, serta menanamkan komitmen bersama bahwa Lampung Sai tidak membeda-bedakan suku, tidak memandang Lampung, Jawa, Sunda atau Batak,” katanya.
Parosil juga memaparkan mengenai pitu program yang ia canangkan dan salah satu diantaranya terdapat program “menjadikan kota Liwa sebagai kota budaya” yang tepat di poin kedua di dalam pitu program tersebut.
“Kalau bicara budaya, kita memiliki program seni dan budaya, selain itu, kita juga telah membangun lamban budaya yang saat ini tengah proses penyelesaian dan akan diresmikan pada bulan September mendatang,” ungkapnya.
Selain itu Parosil juga menuturkan, tentang lamban budaya yang didirikan tersebut diberi nama Lamban Pancasila dan itu mencirikan simbol kekayaan ragam budaya yang dimiliki Kabupaten Lampung Barat. Lamban Pancasila merupakan simbol keaneka ragaman seni budaya yang sangat banyak, dan pembangunan Lamban Budaya sendiri sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk menjaga kelestarian seni budaya yang ada di Kabupaten Lampung Barat
“Lamban Pancasila bukan hanya milik orang Lampung, tapi untuk semua. Ada Jawa, Bugis atau pun Batak,” ujarnya.
Sementara itu ketua Harian DPP Lampung Sai Rycko Menoza SZP mewakili Ketua Umum Lampung Sai, ia mengatakan Lampung Sai adalah organisasi masyarakat (ormas) yang dibentuk dengan tidak membedakan suku, ras, agama atau pun lainnya.
“Kehadirannya di Lampung Barat selain bersilaturrahmi ialah dalam rangka mengisi kegiatan kesenian dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI),” ujarnya.
Ia menyatakan pihaknya berkeliling ke seluruh kabupaten yang ada di Provinsi Lampung termasuk Lampung Barat untuk menjaring dan menyeleksi beberapa kesenian asli daerah yang kemudian akan ditampilkan di Kroasia.
“Duta besar Kroasia mengarahkan Lampung Sai membawa tim kesenian dari Indonesia untuk bisa hadir dan tampil di Kroasia,” terangnya.
Liputan : Delpan
