Pemkab Lambar Gelar Sosialisasi TBC

Pemkab Lambar Gelar Sosialisasi TBC

Yakusanews.com

Lampung Barat — Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung barat melalui Dinas Kesehatan menyelenggarakan sosialisasi TBC bertujuan agar masyarakat lebih teredukasi dan mawas diri terhadap penyakit TBC dan penularannya.

Kepala dinas Kesehatan Lampung barat dr. Widyatmoko Kurniawan menjelaskan tentang penyakit TBC dimana penyakit tersebut merupakan penyakit kronis yang dapat menular dari satu orang ke orang di sekitarnya, disebabkan oleh bakteri/kuman Mycobacterium Tuberculosis.

“Penularan TBC terjadi sangat mudah melalui udara, dapat berasal dari percikan droplet saat berbicara, batuk atau bersin,” katanya, Selasa (20/05/2025).

Kadis menerangkan bahwa penyakit TBC utamanya menyerang organ paru, namun TBC juga dapat menyerang organ tubuh lain seperti selaput otak, kulit, tulang, kelenjar getah bening, dan lainnya ketika bakteri TBC keluar dari paru-paru melalui aliran darah. Kondisi ini disebut TBC Ekstra Paru.

“Gejala Tuberkulosis (TBC) masih sering diabaikan oleh sebagian masyarakat. Banyak diantara kita masih menganggap remeh batuk dan tidak segera memeriksakan diri ketika batuk tidak sembuh-sembuh disertai dengan berat badan menurun drastis. Di Indonesia, kasus TBC masih menjadi masalah kesehatan yang belum terselesaikan,” ungkapnya.

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sekitar 17 orang per jam meninggal dunia akibat TBC. Sehingga Penting bagi kita untuk mengetahui gejala penyakit TBC. Gejala TBC terdiri dari gejala utama dan gejala penyerta atau tambahan.

“Batuk merupakan gejala utama TBC, terutama batuk yang berlangsung terus menerus (kadang disertai dengan batuk berdahak atau batuk darah) tanpa mempertimbangkan durasi berapa lamanya. Batuk terjadi terus menerus karena adanya infeksi yang mengganggu jalannya pernapasan,” terangnya.

Ia juga menambahkan Nafsu makan menurun TBC bisa membuat seseorang tidak nafsu makan. Batuk yang terus-menerus bahkan bisa menyulitkan orang dengan TBC untuk menelan makanan. Selain itu, terdapat beberapa efek ketika pengobatan TBC, salah satunya gangguan nafsu makan dan masalah pencernaan.

“Penurunan berat badan asupan nutrisi pada pasien TBC yang tidak tercukupi dengan baik menyebabkan orang dengan TBC bisa kehilangan berat badan secara cepat dalam waktu singkat,” ujarnya.

Sedangkan demam menandakan bahwa sistem imun sedang bereaksi melawan infeksi bakteri. Ini sebabnya orang dengan TBC sering merasakan demam dalam tahap awal masa infeksi aktif. Ciri TBC yang satu ini kemudian hilang dan timbul dalam beberapa waktu. Waspadai jika demam tidak kunjung sembuh lebih dari 2 minggu.

“Jika berkeringat di malam hari tanpa melakukan aktivitas, salah satu gejala penyerta yang khas dari TBC adalah keringat berlebih di malam hari walaupun tidak melakukan kegiatan atau aktivitas. Ciri TBC ini biasanya juga diikuti dengan kondisi tubuh yang lemas dan mengalami nyeri di bagian otot dan sendi,” tuturnya.

 

Liputan : Delpan

Share

Tinggalkan Balasan

id_IDBahasa Indonesia