Yakusanews.com
Lampung timur— Peristiwa penggerebekan salah sasaran yang terjadi Desa Bojong, Lampung Timur, dengan mendobrak rumah seorang nenek berusia 70 tahun bersama dua cucunya yang masih kecil menuai kecaman dari warga sekitar.
Hal tersebut lantaran nenek bersama dua cucunya yang masih kecil mengalami trauma setelah rumah mereka didobrak sekelompok anggota polisi pada Kamis dini hari (7/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Kejadian tersebut bermula pada saat rumah milik Habsah, seorang janda lanjut usia yang tinggal bersama cucunya berusia 13 tahun dan 3 tahun, mendadak digedor dan didobrak oleh sejumlah orang berseragam polisi yang disebut berasal dari Polresta Bandar Lampung.
Dalam kondisi masih tertidur, keluarga kecil tersebut mengaku panik ketika tiga pintu rumah mereka dibuka secara paksa tanpa adanya penjelasan terlebih dahulu.
“Saya kaget sekali, tiba-tiba ada suara keras, pintu didobrak. Mereka masuk sambil bentak-bentak. Saya sampai menangis dan bilang, ‘Silakan Pak diperiksa, saya cuma tinggal sama cucu-cucu saya’,” ujar Nenek
Kondisi tersebut membuat kedua cucunya mengalami ketakutan hebat. Anak bungsu yang masih balita disebut terus menangis usai kejadian, sementara cucu lainnya syok melihat rumah mereka didatangi aparat bersenjata pada dini hari.
Di tengah kepanikan itu, Nenek Habsah mencoba menanyakan siapa yang sebenarnya dicari oleh petugas. “Saya tanya, ‘Cari siapa Pak?’ Mereka jawab cari Muhksin. Saya bilang, ‘Ini bukan rumah Muhksin, ini rumah saya’,” katanya.
Menurut pengakuannya, setelah menyadari terjadi kekeliruan alamat, rombongan polisi langsung meninggalkan lokasi tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Peristiwa ini menuai kekecewaan dari warga sekitar yang menilai tindakan aparat terlalu gegabah dan tidak mengedepankan pendekatan humanis, terlebih rumah tersebut dihuni lansia dan anak-anak.
Nenek habsah sendiri berharap ada itikad baik dari pihak terkait untuk meminta maaf dan bertanggung jawab atas kerusakan rumah serta trauma psikologis yang dialami keluarganya.
“Saya ini orang tua, hidup sama cucu kecil. Jangan diperlakukan seperti penjahat,” harapnya. (Nanda)
