Dibalik Suka-Duka Pendaftaran SPMB Tingkat SMA

Dibalik Suka-Duka Pendaftaran SPMB Tingkat SMA

yakusanews.com

Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 tingkat SMA di Kota Metro telah selesai dilaksanakan. Dibalik proses yang cukup singkat tersebut, menyimpan cerita suka dan duka dari orangtua maupun calon peserta didik baru.

Ada tawa bahagia karena diterima disekolah favorit dan ada yang bersedih karena gagal masuk sekolah impian, ya itulah namanya proses tinggal kita memaknainya saja.

Perjalanan SPMB dimulai dari jalur prestasi, tahun 2025 di Kota Metro ada dua Sekolah yang masuk kategori unggul yakni SMAN 1 dan SMAN 3, sehingga kedua sekolah tersebut memulai duluan proses SPMB jalur prestasi dari pada SMAN lainnya yang masuk kategori reguler.

Jalur prestasi dalam proses SPMB tahun ini, calon peserta didik tidak harus memiliki prestasi akademik maupun non akademik saja. Namun berdasarkan juknis maka calon peserta didik harus memiliki rangking pararel dari sekolahnya.

Setelah lolos verifikasi, maka calon peserta didik akan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA), disinilah membuat kita heran, banyak calon peserta didik yang memiliki nilai tinggi berdasarkan ijazahnya malah gagal dalam mengikuti Tes Kemampuan Akademik, sedangkan calon peserta didik yang memiliki nilai tidak terlalu tinggi ijazahnya malah lulus tes tersebut.

Namun kegagalan tersebut tidak mengubur mimpi calon peserta didik untuk sekolah ditempat impiannya. Berdasarkan juknis calon peserta didik baru yang gagal dalam jalur prestasi bisa mengikuti jalur domisili disekolah yang sama.

Hal tersebut dikarenakan waktu pendaftaran yang berbeda ditambah nilai ijazah merupakan dasar utama syarat jalur domisili tersebut dengan catatan tempat tinggal masuk kedalam rayon sekolah. Sedangkan jarak tempat tinggal tidak menjadi patokan utama jalur domisili dalam SPMB tahun 2025 ini

Dengan syarat seperti itu jalur domisili sempat membuat orang tua yang merasa tempat tinggalnya dekat dengan sekolah kecewa, karena anaknya tidak bisa bersekolah dekat dengan rumah mereka, karena kalah bersaing dengan calon peserta didik lain yang memiliki nilai ijazah yang tinggi.

Untuk jalur domisili sendiri ada cerita unik, dimana salah satu orangtua calon peserta didik bercerita bahwa anaknya telah mendaftar disekolah impiannya. Namun pada saat proses pendaftaran anaknya harus rela terpental oleh calon peserta didik lain yang memiliki nilai lebih tinggi, sehingga membuat anaknya harus rela masuk ke pilihan ke dua sekolah yang dituju.

Selama proses pendaftaran tersebut, membuat anaknya uring-uringan, gak mau makan, menangis terus karena mengetahui bahwa dirinya gagal masuk sekolah impian. Melihat sikap anaknya tersebut membuat orangtua secara otomatis terpengaruh mentalnya juga, tidak tenang saat bekerja dan tidak enak makan dan tidur melihat kenyataan yang dialami anaknya.

Namun kesedihan dan kecemasan itu semua berubah menjadi kebahagian. Dimana setelah pendaftaran SPMB resmi ditutup pukul 12.00 Wib kemarin, tepatnya setelah selesai melaksanakan sholat Maghrib, orangtua nya calon peserta didik baru mencoba melihat hasil SPMB tahun 2025 ini

Betapa terkejutnya orangtua siswa tersebut, seperti mendapat mukjizat, ia melihat nama anaknya tadinya terpental dari sekolah impiannya, kini nama anaknya muncul di sekolah tersebut. Melihat itu orangtua tersebut langsung memberitahu anaknya bahwa ia diterima disekolah impiannya. Tangis haru pecah seketika itu, tadinya suasana rumah selalu sepi, sunyi meliputi kesedihan, bak seketika kini berubah menjadi tawa riang kebahagiaan.

Hal tersebut terjadi dikarenakan kuota jalur domisili mendapat tambahan, karena kuota jalur afirmasi dan perpindahan orangtua banyak yang tidak mendaftar. Sehingga secara otomatis kuota yang kosong tersebut dialihkan ke kuota jalur domisili.

Itulah sekelumit cerita yang saya dapatkan dari orang tua calon peserta didik baru. Meskipun terdapat tantangan, kekhawatiran, kebahagiaan dalam proses SPMB, namun kebanggaan saat anak berhasil mencapai tujuannya adalah hal yang tak ternilai harganya. Dukungan, komunikasi, dan pemahaman adalah kunci untuk melewati proses ini dengan baik.

Selamat kepada calon peserta didik baru yang diterima disekolah impiannya dan jangan bersedih bagi yang belum diterima. Ini bukan akhir dari perjuangan namun inilah awal dari perjuangan mencapai kesuksesan.

 

Penulis : Taufan Suhendra

 

Share

Tinggalkan Balasan

id_IDBahasa Indonesia