METRO – (yakusanews), Ikatan Mahasiswa Muhammadiah (IMM) sekota Metro, melakukan unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi penolakan tentang akan di sahkannya, RUU KPK, dan menolak pengesahan evaluasi pasal-pasal RUU Pertanahan, RUU Pemasyarakatan, RUU Pesantren, RKUHP, yang menurut mahasiswa tidak berpihak kepada rakyat,
(Unras) Damai ini di Awali dari bunderan tugu pena Kota Metro, setelah melakukan orasi di sana, mereka melanjutkan orasi menuju ke pemerintah Kota (Pemkot) Metro, setelah melakukan orasi dan menyampaikan aspirasi mereka di temui oleh Wakil Walikota Metro, Djohan
Wakil Walikota pun akan menindak lanjuti aspirasi unjuk rasa damai itu, Untuk di sampaikan ke pemerintah pusat, dan mengingkatkan para unras IMM ini untuk tidak berbuat anarkis, “ujar Wakil Walikota
Selanjutnya para unras melanjutkan aksi damainya menuju gedung DPRD Kota Metro, untuk melakukan orasi dan menyampaikan aspirasinya.
Sampai di gedung DPRD Kota Metro, para mahasiswa yang melakukan unjuk rasa, langsung menyampaikan orasinya dari perwakilan beberapa universitas di kota metro secara bergantianm
Di gedung DPRD Kota Metro, para unjuk rasa damai ditemui oleh dua orang anggota DPRD, Deswan dan Didik,

Dan beberapa orang perwakilan unjuk rasa damai di persilahkan masuk ke dalam gedung untuk berdialog dengan dua orang perwakilan anggota DPRD Kota Metro.
Sambil menunggu perwakilan unjuk rasa yang berdialog dengan anggota DPRD Kota Metro di dalam gedung, para unjuk rasa yang di luar gedung ini masih tetap melanjutkan orasinya,
Dan sempat terjadi dorong mendorong sebentar dengan anggota kepolisian dari polres metro, dan anggota sat pol pp, dikarenakan para (unras) ini ingin duduk di teras depan gedung DPRD, dan sempat di halangi oleh aparat, karena takut para unras akan merusak fasilitas yang ada di gedung DPRD, setelah adanya koordinasi antara kepolisian dan Sat pol pp, maka memperbolehkan para unras untuk duduk di teras depan gedung DPRD Kota Metro, untuk beristirahat, tetapi dengan catatan menjaga keadaan tetap kondusif.
Selanjutnya perwakilan unras meminta izin untuk melakukan shalat berjamaah di DPRD Kota Metro, dan aparat kepolisian mempersilahkan para unras untuk shalat, dengan catatan para unras laki2 masuk menuju musola lewat samping gedung DPRD,
Setelah berdialog dan menemui kesepakatan, anggota DPRD Kota Metro Deswan pergi menemui para mahasiswa yang melakukan unjuk rasa di luar, dan membacakan hasil dialog, dan akan menindaklanjuti aspirasi dari unras untuk di sampaikan ke pusat,” ujarnya
Selanjutnya anggota DPRD Kota Metro, Deswan dan Didik melakukan shalat Dzuhur berjamaah dengan para unras,
Setelah melakukan shalat para unras langsung membubarkan diri sekitar pukul 12.30 Wib. dan para unras berjanji akan datang lebih banyak lagi jika tuntutan mereka tidak di penuhi. (Taufan)
