LSM GMLB Soroti Seleksi Capaska

LSM GMLB Soroti Seleksi Capaska

Yakusanews.com

 

Metro — Hasil Seleksi Paskibraka Kota Metro Yang Diselenggarakan Oleh Dinas Pemuda Olah Raga Dan Pariwisata (Disporapar) serta Dinas kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) kota metro telah di Umumkan.

Namun dengan Adanya Pengambilan keputusan terkait hasil seleksi capaska tersebut, Ketua Umum LSM Gerakan Masyarakat Lampung Bersatu (LSM GMLB) ERWIN EFFENDI, SE.AK menentang tegas hasil dari seleksi akhir Capaska kota metro.

Erwin menganggap hasil seleksi akhir dari seleksi capaska itu tercederai dengan adanya wajah titipan orang orang yang memiliki jabatan serta mempunyai posisi yang mampu mempengaruhi hasil seleksi Capaska tersebut.

Erwin pula Menyampaikan bahwa Besarnya Anggaran yang di gunakan Untuk Seleksi Capaska ini tentunya cukup besar, jadi jangan sampai hanya dibuat seremonial saja guna menghabiskan anggaran rutin dinas, sekali lagi saya sampaikan ini hanya sebagai seremonial saja agar seolah olah pemakaian anggaran telah digunakan dengan baik dan ajang seleksi capaska telah dilakukan secara profesional, padahal tidak sama sekali dan saya harap jangan memberikan pengharapan bagi peserta yang ada di dalamnya, kata erwin!!

Lanjut Erwin, Saya sudah menerima informasi dari sejumlah orang yang berkepompeten terkait perihal adanya kecurangan terhadap hasil akhir dari seleksi, siapa saja yang di luluskan dalam keputusan akhir seleleksi Capaska Kota Metro.

Erwin Effendi, SE, Ak selaku ketua Umum LSM GMLB, Koordinator Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) wilayah Kota Metro, Dan Direktur Media GMLB menerangkan bahwa: Dalam Proses Seleksi Capaska Kota Metro, Dana yang di gulirkan oleh pemerintah daerah tidak sedikit jumlah nya, jadi jika proses seleksi ini hanya dijadikan sebatas seremonial saja agar dana yang sudah di sediakan dapat habis di gunakan dalam proses seleksi Capaska Kota Metro ini, saya rasa Pemkot Metro dapat mengevaluasi hal tersebut, karena untuk apa kita menghabiskan anggaran dalam konteks seleksi capaska jika ternyata hasilnya adalah mengedepankan titipan saja.

Kasihanilah para siswa yang sudah berjuang dengan tentunya mendapat support penuh dari Keluarga, Tapi karena seleksi Capaska tersebut di laksanakan untuk mengambil orang orang titipan sehingga rasa ketidak adilan muncul pada akhirnya.

Kasihani pula para orang tua murid yang notabene nya dalam keadaan ekonomi yang kurang mampu harus mensupport anaknya dalam mengikuti seleksi Capaska, tapi dalam kenyataan nya Yang diloloskan hanya orang orang titipan pejabat yang berkompeten dan orang orang yang mampu mempengaruhi hasil seleksi di dalam nya.. Jelas Erwin.

Kemudian terang Erwin, dengan kalimat lain saya jabarkan, seharusnya seleksi Capaska ini merupakan Event besar, Event yang di tunggu tunggu oleh masyarakat Metro dimana sudah melibatkan orang tua murid dan menggunakan anggaran yang cukup besar, Disporapar seharusnya menyediakan link resmi untuk pengumuman hasil seleksi capaska tersebut, bukan di bagikan hasilnya melalui file Fdf ke para peserta, dengan tanpa menampilkan data peserta yang di luluskan seperti Tinggi Badan, Berat badan, score hasil tes pisik serta pengetahuan. Sehingga semakin menimbulkan kesan adanya kecurangan dalam proses penyeleksian Capaska Ini, dimana managemen pengelolaan nya seperti sengaja dibuat tertutup dan tidak tranparan..

Dinas Sebesar Disporapar tidak mampu mengelola website resmi untuk pendataan dan pecatatan para anggota dan purna paskibraka sudah pasti saya anggap konyol ya, karena adanya ke tidak mampuan dalam mengelola sistem dan managemen di dalam pengelolaan data tersebut. Jangan hanya bisa mengelola anggarannya saja dong, tapi data pun seharusnya terkelola dengan baik. Kata Erwin

Oleh sebab itu, saya mewakili masyarakat kota metro akan mengambil tindakan tegas terkait hal ini, dan akan membawa masalah ini ke ranah lebih tinggi agar dapat mengevaluasi kinerja Kadis Porapar kota metro agar hal sedemikian tidak terulang lagi di tahun tahun mendatang.

Senin 9 April besok, saya akan layangkan surat somasi saya ke Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Metro, Sekda Kota Metro, Komisi II DPRD Kota Metro dan Walikota metro sebagai Laporan karena jika nantinya masalah ini sampai ke jenjang gugatan, maka secara otomatis Bapak Walikota Metro tentunya akan turut di panggil selaku Pejabat Pembina Kepegawaian.

Dan jika masalah ini tidak juga dapat terselesaikan maka saya naikan masalah terkait ke jenjang yang lebih tinggi dengan melibatkan Ombudsman dan Gubernur Lampung Sebagai Laporan.Tutup Erwin (*)

Share

Tinggalkan Balasan

id_IDBahasa Indonesia