yakusanews.com
METRO – Rencana awal Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di kota metro untuk tingkat SD dan SMP yang akan dimulai pada tanggal 24 Agustus 2020 akan diundur sampai dengan bulan september.
Diundurnya KBM tatap muka tersebut, karena pemerintah kota metro menginginkan persiapan yang benar-benar matang, perihal protokol kesehatan terutama persiapan sarana dan kelengkapan protap new normal Covid-19.
Kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan Kota Metro Ir. Ria Andari mengatakan sebelum pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dimulai, seluruh guru dari tingkat SD/SMP akan dilakukan rapid test terlebih dahulu, guna memastikan dalam kondisi sehat, serta adanya tempat cuci tangan dan alat pengukur suhu tubuh disekolah, hal tersebut disampaikannya pada awak media, Rabu, (19/08) dihalaman pemkot metro.
“Sebelum kegiatan KBM tatap muka dimulai, seluruh guru dari tingkat SD/ SMP akan dilakukan rapid test, serta memastikan adanya tempat cuci tangan dan alat pengukur suhu tubuh disekolah, sebagai upaya menjaga kesehatan siswa dan guru agar tidak sampai terpapar virus Covid -19,”kata ria
Selain itu Kadis pendidikan dan kebudayaan kota Metro ini juga menjelaskan sekolah yang akan melakukan KBM tatap muka, harus mengajukan permohonan terlebih dahulu kedinas pendidikan dimana telah siap untuk melaksanakan KBM tatap muka.
“Hasil dari kesiapan sekolah, dinas pendidikan mengajukan surat permohonan ke satuan tugas covid-19 dalam hal ini Walikota Metro untuk meminta rekomendasi, apabila surat rekomendasi sudah keluar, pihak sekolah sudah sah melakukan kegiatan belajar tatap muka,”jelas ria
Lanjut kata Ria Andari, sesuai arahan dari walikota, apabila disetujui untuk melaksanakan KBM tatap muka pihak sekolah menyiapkan dan mengedarkan Quisioner untuk diisi orang tua siswa.
“Tujuan dari pengisian Quisioner ini, untuk mengetahui orang tua dari siswa memberikan izin atau tidak bila anaknya mengikuti KBM tatap muka disekolah,”ujarnya
Selanjutnya kata kadis pendidikan dan kebudayaan ini, apabila ada orang tua yang tidak mengizinkan anaknya untuk mengikuti KBM tatap muka dikarenakan khawatir, kita juga akan menerimanya dan pihak sekolah nantinya akan memberi pendampingan dari guru ke siswa secara online.
Liputan : Taufan
