Menelisik Satu Tahun Kepemimpinan Bambang-Rafieq

Menelisik Satu Tahun Kepemimpinan Bambang-Rafieq

yakusanews.com

METRO — Tanggal 20 Februari 2026 tepat 1 tahun masa kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Metro Bambang Iman Santoso dan M. Rafieq Adi pradana dalam memimpin Bumi Sai Wawai.

Pasca dilantik, banyak harapan masyarakat disematkan dipundak Bambang – Rafieq, untuk membangun Kota Metro menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Apalagi jika dilihat pasangan Bambang-Rafieq adalah pasangan yang pas dan saling melengkapi dimana Walikota Bambang terkenal dengan sosok religius sedangkan Wakil Walikota Rafieq terkenal dengan sosok yang memiliki kemampuan akademisi.

Namun, baru beberapa bulan berjalan masa kepimpinan Walikota dan Wakil Walikota tersebut, sudah diterpa badai, mulai dari isu perpecahan antara walikota dan wakil walikota, hingga masalah-masalah yang timbul lainnya.

Alih – Alih fokus mewujudkan visi-misi dalam masa kampanye, yang ada malah timbul kekecewaan dari masyarakat Kota Metro atas kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Metro tersebut.

Dimulai dari sektor pembangunan infrastruktur, memang sudah ada pembangunan yang dilakukan, namun dinilai oleh masyarakat masih jauh dari harapan. padahal dalam masa kampanye jalan mulus merupakan salah satu nilai jual pasangan ini dalam kampanye.

Selanjutnya lampu terang-benderang, memang sudah terlihat banyak lokasi baru yang terpasang lampu jalan, namun masih sangat kurang, terlebih fakta yang sangat mencengangkan, lampu yang sudah ada di sepanjang jalan jendral Sudirman malah mati total.

Padahal Jl. Jendral Sudirman merupakan jalan utama bagi pengguna kendaraan baik dari arah bandar Lampung menuju metro maupun pengguna kendaraan yang melintas menuju Lampung timur dan sekaligus Jalan tersebut merupakan wajah selamat datang Kota Metro, namun hingga kini nampak dibiarkan tanpa solusi.

Selain itu sektor kesejahteraan ASN dan Honorer, Kesejahteraan ASN bukan dinilai dari TPP saja, namun kesejahteraan bisa dilihat dengan memberikan kesempatan ASN untuk berkarir di daerahnya sendiri.

Namun kenyataannya bukan memberikan kesempatan bagi putra-putri asli metro berkarir lebih tinggi, malah memberikan kesempatan bagi ASN luar daerah masuk ke metro untuk menduduki suatu jabatan.

Jika kita telisik keberhasilan suatu dinas meraih penghargaan bukan karena kehebatan dari kepala dinasnya saja, namun keberhasilan itu timbul karena adanya kerjasama semua pihak di dinas tersebut, jadi sangat layak jika memberikan kesempatan bagi ASN di dinas tersebut menduduki suatu jabatan, dari pada sibuk melakukan impor pejabat.

Selanjutnya untuk honorer, betul PPPK PW yang belum cukup dua tahun atau yang tidak mengikuti tes secara aturan memang tidak bisa diangkat. Namun harapan PPPK PW yang tidak diangkat bisa dicarikan solusi dari pemerintah, apakah mereka dicarikan lapangan pekerjaan lainnya, terlebih dimetro banyak sekali perusahaan swasta, sehingga mereka yang sudah berkeluarga tidak secara tiba-tiba kehilangan matapencaharian karena tidak diangkat PPPK PW.

Sedangkan untuk sektor pendidikan, pada saat kampanye, kuliah gratis selalu menjadi senjata untuk menarik simpati masyarakat, dalam rangka pendidikan tidak hanya sampai SMA saja tapi sampai perguruan tinggi, namun isu dilapangan malah di dapati bukan kuliah gratis yang didapati masyarakat yang ingin kuliah, tapi masyarakat tetap harus mengeluarkan kocek yang tidak sedikit dengan dalih untuk pembayaran almamater maupun lainnya.

Selain itu untuk sektor kesehatan, Kota Metro baru saja mendapatkan penghargaan UHC, namun isu dilapangan yang terjadi, banyak masyarakat yang sebelumnya bisa berobat gratis menggunakan PBI JKN kini malah harus gigit jari, dimana kartu mereka sekarang dinon aktifkan oleh Pemkot Metro.

Jika melihat persoalan yang dihadapi, Pasangan Walikota dan Wakil Walikota Metro sebenarnya bisa melewati frase ini, apalagi jika flas back kebelakang, dimana pada saat masa kampanye, pasangan ini didukung oleh tokoh-tokoh hebat dikota Metro dan juga fraksi Demokrat yang terkenal dengan jargon berbuat dan memberikan solusi.

Seharusnya Walikota bisa duduk satu meja dengan mereka untuk berdiskusi guna mencari solusi terbaik, sehingga masalah yang ada di bumi Sai Wawai bisa terpecahkan, sehingga jargon Metro bahagia benar-benar bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya sekedar ucapan saja.

penulis : Taufan

Share

Tinggalkan Balasan

id_IDBahasa Indonesia