METRO — Pemerintah Kota Metro berencana akan melakukan rekutmen, untuk tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga non kesehatan, untuk menjadi relawan covid-19 selama 4 bulan.
Sekertaris Daerah Bangkit Haryo Utomo mengatakan pihaknya telah melakukan rapat bersama, sekaligus telah melakukan analisa tentang jumlah kebutuhan yang diperlukan untuk tenaga kesehatan maupun tenaga non kesehatan.
“Untuk tenaga kesehatan yang akan dilakukan rekutmen meliputi dokter dan perawat,” katanya, rabu (25/08/2021).
Dia menjelaskan untuk perekutan dokter nantinya berjumlah 11 orang, dimana akan ditempatkan di puskesmas, sedangkan untuk perawat berjumlah 33 orang.
“Dimana sebanyak 11 orang perawat akan ditempatkan di puskesmas, dan 22 orang perawat akan ditempatkan dikelurahan,” ucapnya.
Bangkit menyampaikan perawat yang di tempatkan dikelurahan, nantinya bertugas untuk melakukan kunjungan ke rumah warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.
“Dalam melakukan kunjungan tersebut, perawat akan di dampingi oleh dokter dari puskesmas,” terangnya.
Sedangkan untuk perekutan tenaga non medis meliputi sopir ambulance 2 orang dan tenaga pemulsaran jenazah sebanyak 6 orang, yang akan ditempatkan di RS.
“Nantinya jika ada pasien isoman meninggal dunia, maka di bawa ke RS untuk dilakukan pemulsaran jenazah, sehingga tidak lagi pihak keluarga yg melakukan pemulsaran hingga penguburan,” jelasnya
Dirinya menambahkan untuk pendaftaran dan persyaratan maupun waktu seleksi calon relawan covid-19 Kota Metro, nanti akan di umumkan secara resmi oleh Pemerintah Kota Metro.
Liputan : Taufan
