METRO — Kelangkaan pupuk bersubsidi terjadi di Kota Metro, para petani harus pontang-panting untuk bisa mendapatkan pupuk bantuan pemerintah pada awal masa tanam (MT) tahun ini ke toko – toko resmi yang ditunjuk pemerintah.
Darno (50) salah satu petani yang berasal dari metro timur mengatakan kelangkaan pupuk bersubsidi terjadi sejak awal MT, padahal, tanaman padi pada awal masa tanam harus diberi pupuk secara berkala.
“Apabila tak diberi pupuk maka pertumbuhan tanaman padi akan terhambat, imbasnya hasil panen padi tak maksimal,”kata Darno kepada yakusanews.com, Kamis, (28/01).
Dirinya menjelaskan dalam MT tahun ini, lahan yang ia kelola hanya mendapatkan jatah pupuk subsidi sekitar 96 kg dari gapoktan, sedangkan seharusnya untuk lahanya tersebut ia menggunakan sekitar 2 kuintal pupuk.
“Untuk mencukupi kebutuhan, maka bagi petani yang memiliki uang, bisa membeli pupuk non subsidi, dengan harga jauh lebih tinggi, sedangkan bagi yang tidak memiliki uang hanya bisa memanfaatkan pupuk subsidi itu saja,”katanya.
Hal senada disampaikan oleh ketua gapoktan sari makmur, ponisan (50), dimana kelompoknya hanya mendapatkan jatah pupuk subsidi sekitar 4.400 kg.
“Seharusnya gapoktan kami mendapat jatah 10 ton, untuk mencukupi kebutuhan semua anggota, karena adanya pemotongan dari pemerintah maka hanya menerima 4.400 kg,”katanya.
Sementara itu menyikapi hal ini, anggota DPRD Kota Metro dari Komisi III, Basuki rahmad meminta pemerintah melakukan upaya-upaya kongkrit dan cepat dalam merespon permasalahan yang dihadapi petani di lapangan.
“Pupuk langka akan mempengaruhi pola tanam dan fase pemupukan jadi ikut terganggu, hal ini akan mengakibatkan petani terancam menghadapi kerugian yang sangat serius, proyeksi keuntungan yang akan diperoleh juga menjadi sangat minim,”tegasnya.
Politikus partai Demokrat ini juga meminta Dinas terkait, harus ikut ambil peran dan memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan secara baik dilevel bawah, hal ini harus cepat ditanggulangi agar petani tidak merugi.
Liputan : Taufan
